Dalam kitab أربعون حديثا في التربية والمنهج, Dr. Abdul Aziz bin Muhammad As-Sadhan حفظه الله menyebutkan pada hadis ke-7, قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
خيركم خيركم لأهله، وأنا خيركم لأهلي
“Dari Ummul Mukminin, ‘Aisyah رضي الله تعالى عنها, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
‘Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik di antara kalian kepada keluargaku.’”
Kemudian beliau menjelaskan:
Di dalamnya terdapat: kesempurnaan agama Islam dan bahwa ia memberikan kepada setiap orang yang memiliki hak, haknya.
Di dalamnya terdapat: kesempurnaan akhlak beliau ﷺ.
Di dalamnya terdapat: beribadah kepada Allah تعالى dengan menunaikan hak keluarga.
Di dalamnya terdapat: bahwa para penyeru kebaikan harus memperhatikan urusan keluarga dan rumah tangga mereka, karena merekalah manusia yang paling utama untuk diperhatikan. Allah تعالى berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.”
‘Ali رضي الله تعالى عنه berkata tentang ayat tersebut:
أدبوهم وعلموهم
“Didiklah mereka dan ajarilah mereka.”
Di dalamnya terdapat: bantahan terhadap orang yang mengabaikan urusan keluarganya dan rumahnya dengan alasan mencurahkan waktu untuk berdakwah kepada manusia!
Di dalamnya terdapat: bahwa perhatian terhadap urusan keluarga termasuk sebab-sebab datangnya pertolongan, setelah taufik dari Allah تعالى, dalam berdakwah kepada manusia.
Lalu kita perlu bertanya kepada diri sendiri.
Sudahkah kita menjadi orang yang paling baik kepada keluarga kita?
Bukan hanya baik ketika dilihat orang lain. Bukan hanya baik ketika sedang berbicara di hadapan jamaah. Bukan hanya sibuk mengajarkan kebaikan kepada orang lain, sementara rumah sendiri justru kehilangan perhatian. Sebab terkadang, tempat pertama untuk menguji akhlak kita bukanlah di luar rumah.
Tetapi di rumah....
Bagaimana kita berbicara kepada pasangan. Bagaimana kita mendidik anak. Bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang setiap hari paling dekat dengan kita. Karena bisa jadi, dakwah yang paling dekat dengan kita adalah keluarga kita sendiri. Dan bisa jadi, pendidikan yang paling membutuhkan kesungguhan kita bukan yang jauh di luar sana, tetapi anak-anak yang setiap hari memanggil kita dengan sebutan Ayah dan Ibu.
[1] Dr. Abdul Aziz bin Muhammad As-Sadhan حفظه الله adalah seorang ulama dan pengajar asal Saudi Arabia. Beliau lulusan Fakultas Syariah Riyadh, meraih magister di Fakultas Tarbiyah Universitas King Saud dan doktor di Fakultas Ushuluddin Universitas Imam Muhammad bin Saud Al-Islamiyah. Beliau juga pernah menjadi anggota هيئة التدريس di الكلية التقنية بالرياض, menjadi imam sekitar tiga puluh tahun, serta aktif mengajar dan memberikan kajian dalam berbagai bidang keislaman.



