FGD Academic Year 25/26

 
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله الذى بنعمته تتم الصالحات


Pekan Assessment Tengah Semester II Academic Year 25/26 yang dilaksanakan dengan konsep FGD (Focus Group Discussion) telah dilaksanakan pertengan Bulan April 2026 lalu. Dr. Ahmad bin Utsman Al-Mazyd[1] dalam ١٣٠ طريقة في تربية الأبناء menyebutkan:
💬Latihlah anak Anda untuk menguasai keahlian berpidato di depan umum dan mempresentasikan suatu makalah.
💬Latih anak Anda untuk menguasai keahlian percakapan dan penyampaian ajaran yang berisi ajakan.
"Interaction is the crucial feature of focus groups because the interaction between participants highlights their view of the world, the language they use about an issue and their values and beliefs about a situation. Interaction also enables participants to ask questions of each other, as well as to re-evaluate and reconsider their own understandings of their specific experiences."[2]

Berbagai projects, worksheet, fun activities telah dikerjakan selama 10 pekan tersebut. Yang juga mencakup berbagi objective pembelajaran terkait aspek-aspek tumbuh kembang anak.

Untuk assessment kali ini konsep yang dicanangkan adalah FGD. Bukan semata-mata sisi koginitif yang akan digali, namun berbagai aspek terutama komunikasi verbal, sosial-emosional, adab, dll yang secara rutin juga distimulasi melalui weekly presentation.

Selama KBM tahun ajaran ini terdapat tema tentang "cita-citaku". Maasyaa Allah... sungguh bahagia tim guru menyaksikan Ananda bercerita. Lebih dari cita-cita... setiap anak memiliki "interest" masing-masing. Ada area dalam alam pikiran mereka, terbentuk melalui pengalaman, penanaman, lingkungan, kebiasaan, dll yang belum tentu semua orang dewasa memahaminya. Ada yang ingin menjadi Ustadz/Ustadzah, dokter, pemadam kebaran, engineer, ahli heavy machine, petani, dan beragam hal lain... apapun itu, sebagai seorang muslim kita diutntut profesional dalam bidang keahlian kita, dan tentu dengan landasan aqidah dan hirarki ilmu syar'i. Dan bisa jadi kelas mereka akan kembali melakukan "FGD" dalam situasi sebagai ahli dan profesional berbagai bidang.

Pada awal tahun ajaran, kebiasaan ini akan dimulai dari memunculkan naluri dasar anak untuk "bercerita" tentang pengalamannya. Basis kemampuan berbahasa paling dasar dalam bentuk komunikasi verbal, yang di alamnya terkandung challenge multi aspek termasuk sosial emosional. Komitmen orang tua untuk membersamai anak, berkomunikasi dengannya, termasuk dalam metode pengajaran secara umum.

Pada tahap awal umumnya belum semua anak langsung "berani" presentasi. Namun influence dari teman-teman sekalas, motivasi dari Bu Guru & tentu saja orang tua di rumah. Pekan demi pekan berlalu... Dan atas izin Allah... banyak hal menakjubkan dari kegiatan presentasi ini. Bukan hanya dari sisi komunikasi verbal dan social emosional.. tetapi stimulasi untuk berkarya. Menjelaskan proses dan essential knowledge dari karyanya.

Anak belajar dari apa yang dialaminya, anak belajar secara alamiah, spontan, sehingga kualitas lingkungan tempat ia dibesarkan penting bagi pendidikan dan perkembangannya. Di balik stimulus kemampuan verbal... pada saat bersamaan terjadi proses konstruksi kognitif, scial-emotional breakthrough, dinamika literasi, dll...

Dalam تعليم الصبيان التوحيد, Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah juga mengajarkan kepada kita metode dalam mendidik anak melalui tanya jawab.

Rasulullah ﷺ bersabda:
احرص على ما ينفعك ، واستعن بالله ولا تعجز
[HR. Muslim no.2664]


_______

[1] Pernah menjabat sebagai profesor di College of Education, King Saud University, KSA. Memperoleh gelar PhD dari Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud
[2] Children learn what they experience, children learn in a natural, spontaneous way, so the quality of the environment in which they are growing up is important for their education and development (Hedges et al., 2011)."
[Anka Jurčević Lozančić University of Zagreb, Faculty of Teacher Education]